Apakah solar keratosis berbahaya?

Solar keratosis atau biasa di sebut juga  actinic keratosis adalah keadaan di mana kulit menjadi kasar, menebal, dan bersisik, akibat dari  sinar matahari atau penggunaan alat lainya untuk merusak kulit. Solar keratosis biasanya yang sudah berusia sekitar 40 tahun ke atas dan seseorang yang memiliki aktivitas di bawah sinar matahari langsung dalam jangka waktu lama. Actinic keratosis berkembang secara perlahan dan hampir tidak memiliki gejaka. Meskipun tidak jaran terjadi namun kondisi demikian bisa berdampak menyebabkan kanker kulit.

Paparan sinar matahari (ultraviolet) secara berlebihan dapat menjadi penyebab dari terjadinya kerusakan kulit. Penderita solar keratosis bisa dijumpai dengan orang yang menyukai aktifitas di luar ruangan karena paparan matahari langsung dapat membuat kulit semakin rusak dan juga pada orang yang suka memakai krim penghitam kulit

Kerusakan kulit bisa di jumpai di mana saja, tidak memandang faktor usia. Seseorang lebih berisiko terkena Solar keratosis, meliputi :

1. Usia 40 tahun ke atas.

2. Tinggal di tempat yang terpapar sinar matahari.

3. Kekebalan tubuh melemah

4. Kulit sensitif.

Penderita actinic keratosis bisa dianjurkan untuk menemui dokter ahli kulit apabila mempunyai beberapa gejala yang patut  diwaspadai, antara lain: (a) adanya pertumbuhan jaringan di permukaan kulit (b) timbul benjolan atau jaringan kulit baru di permukaan kulit dan terasa sakit serta berdarah. (c) Pernah mengalami kelainan kulit dan timbul bercak baru. Pada pemeriksaan awal,  dokter akan bertanya mengenai gejala yang dialami. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik juga fokus pada kelainan kulit.

Solar keratosis muncul pada sebagian besar area kulit yang terpapar sinar matahari. Tetapi,  bisa muncul pada perubahan bisa terjadi pada bagian kulit, antara lain:

1. Kulit kasar bersisik dan menebal, bahkan bisa menjadi seperti kutil.

2. Kulit berubah warna menjadi kemerahan.

3. Bagian kulit mengalami kelainan sekitar 2,5 cm atau lebih kecil.

4. Terasa sakit dan menimbulkan gatal atau panas di sekitar bagian kulit. Kelainan kulit ini umumnya terjadi pada bagian luar antara pelipis, dahi, kulit kepala, wajah, bibir, telinga, leher, lengan, dan bagian punggung tangan.

Penderitanya bisa dianjurkan untuk menemui dokter ahli kulit apabila mempunyai beberapa gejala yang patut  diwaspadai, antara lain: (a) adanya pertumbuhan jaringan di permukaan kulit (b) timbul benjolan atau jaringan kulit baru di permukaan kulit dan terasa sakit serta berdarah. (c) Pernah mengalami kelainan kulit dan timbul bercak baru. Pada pemeriksaan awal,  dokter akan bertanya mengenai gejala yang dialami. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik juga fokus pada kelainan kulit.

Dokter akan kemungkinan akan dapat menentukan apakah penderita mangalami Solar keratosis hanya memeriksa kulit  menggunakan sinar terang atau lensa pembesar untuk periksa adanya kulit tumbuh seperti tahi lalat. Jika ada pemeriksaan ragu-ragu, dokter akan memeberikan tes lain, seperti biopsi kulit. Biopsi kulit, merupakan  pengambilan sedikit sampel kulit penderita untuk dianalisis lebih jauh untuk menemukan kemungkinan-kemungkinan. Biopsi biasanya dapat dilakukan ruangan dokter dengan obat bius guna tubuh mati rasa beberapa saat. Adanya pengobatan untuk solar keratosis, dokter akan memberikan saran memeriksakan kulit mungkin satu kali setahun untuk pemeriksaan adanya tanda kanker. Adanya kewaspadaan dan strategi segala hal,  sehingga konsultasikan pada dokter akan sangat bermanfaat dan saran dokter dipatuhi dalam penggunaan tabir surya selama adanya masa pengobatan.

Referensi:

alodokter.com

hellosehat.com

Referensi gambar:

dermatologyadvisor.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*